Diklat Krida Saka Wira Kartika Sumedang

My Pride – Menindaklanjuti Diklatsar Saka Wira Kartika Sumedang yang dilaksanakan 22-24 Desember 2017, Anggota Saka Wira Kartika Sumedang angkatan 6 dan 7 menyelenggarakan diklat lanjutan yaitu Diklat Krida bagi anggota angkatan 8 yang telah dilaksanakan pada tanggal 13-15 April 2018 di Kodim 0610 Sumedang.

Giat ini menjadi sangat penting mengingat Saka Wira Kartika adalah wadah Kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat sebagai patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa dan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Saka Wira Kartika ada 5 macam Krida yang dikembangkan di Saka Wira Kartika Kodim Sumedang.

Pertama,  Krida Survival adalah berusaha mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum mendapatkan pertolongan. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang sulit diprediksi/diperkirakan seperti disebabkan oleh alam, kecelakaan, gangguan satwa atau kondisi lainnya. Sesuai dengan materi maka lokasi praktek nya yaitu di Gunung Palasari Sumedang.

Kedua,  Krida Mountaineering, yakni krida yang mempelajari tentang cara melintasi suatu kondisi alam dimana kita berada misalnya pegunungan, perbukitan ataupun tebing, mountaineering juga dapat dikatakan sebagai Segala sesuatu yang berkaitan dengan gunung atau dalam arti yang luas berarti suatu perjalanan yang meliputi mulai dari hill walking / hiking sampai pendakian ke puncak-puncak gunung yang sulit. Dalam pelaksanaan krida ini cukup di Makodim 0610 Sumedang.

Ketiga, Krida Navigasi Darat (Navrat), yakni krida yang mempelajari tentang tata cara menggunakan alat navigasi khususnya di matra darat, baik pada saat siang hari ataupun di malam hari. Dengan menelusuri jalan ke Kampung Toga kita bisa sekalian melakukan praktek mengenai navigasi darat.

Keempat,  Krida Penanggulangan Bencana Alam (Gul Bencal), yakni krida yang mempelajari tentang tata cara management dan penanggulangan bencana alam. Penanggulang bencana merupakan salah satu wujud dari upaya untuk meliindungi segenap bangsa Indonesia dari seluruh tumpah darah Indonesia. Untuk praktek nya dilaksanakan di Makodim karena disana pun sudah disediakan bahan mengenai penanggulangan bencana.

Kelima,  Krida Pioneer / Krida Pioneering, yakni krida yang mempelajari tentang tali temali, cara membuat jerat, ikatan dan mempelajari berbagai jenis simpul dan kegunaannya, ada juga mempelajari tentang cara membuat jembatan sederhana dalam keadaan darurat atau bisa dikenal dengan istilah jembatan improvisasi, ada juga mempelajari tentang tata cara dalam perkemahan.

Giat ini diikuti 152 peserta dan dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Daffa,  dari Koramil Sumedang Utara. Melalui giat ini diharapkan Saka Wira Kartika Sumedang semakin solid, semakit erat ikatan kekeluargaannya, mampu membangun masyarakat untuk indonesia yang lebih baik.

Di tengah asik nya kegiatan, ada juga tamu dari Saka Wira Kartika Cirebon yang hendak mengunjungi kegiatan di Sumedang. Kwarran Rancakalong pun turut menghadiri kegiatan ini. Dengan kedatangan mereka kita bisa saling mengenalkan bagaimana kegiatan di daerah mereka yang tentunya bisa menjadi referensi untuk dilaksanakan di Kodim Sumedang. (My Pride/Saka Wira Kartika Sumedang).-

Leave a Reply